Sungai dan Kota Panton Labu Dikepung Sampah, Muspika dan Keuchik Tutup Hidung

sungai-dan-kota-panton-labu-dikepung-sampah,-muspika-dan-keuchik-tutup-hidung

blank

Liputan4.com.Kamis 04/02/2021 Aceh Utara, Kurang kepedulian dan perhatian pihak berwenang dalam menertipkan dan menjaga kebersihan kota, buka hanya Lingkungan Kota Panton Labu dikepung sampah tapi sepanjang Daerah Aliran Sungai(DAS) Jambo Aye dipenuhi limbah sampah yang dibuang oleh para pedagang ikan dan sayur. Bertahun-tahun kondisi tersebut tidak ada perhatian dari pihak terkait, akibat nya selain kondisi kota tampak kumuh dan jorok, Muspika Jambo Aye dan keuchik kota Panton terkesan lebih memilih tutup hidung daripada membuang sampah.

Berdasarkan pantauan media ini sampah bertumpuk dan berserak dimana-mana, bukan hanya dilingkungan kota, pusat keramaian, bahkan sungai pun harus menerima resiko menjadi Tempat Pembuangan Sampah(TPS) oleh para pedagang di pajak ikan dan pasar sayur. akibat nya Sungai pun ikut tercemar dengan lombah sampah. Padahal sebagian besar masyarakat yang hidup dan tinggal sepanjang DAS menggunakan air sungai untuk mandi dan cuci pakaian.

Kondisi tersebut menyebabkan kota Panton Labu dijuluki sebagai Kota terjorok sedunia, disetiap dudut kota dihiasi sampah, sementara biaya kebersihan tiap minggu dikutip dari pemilik ruko dan pedagang.

Pemerintah dalam hal ini Camat Tanah Jambo Aye dan Keuchik Kota Panton harus bertanggung jawab atas tercemar nya sungai Jambo Aye, karena tidak ada usaha untuk mencegah pencemaran dan mengabaikan kebersihan dan keindahan lingkungan, yang menyebabkan ketidak nyamanan masyarakat baik yang tinggal di lingkungan Kota Panton Labu maupun masyarakat yang datang dari berbagai daerah yang berbelanja ke Panton Labu.

Sejumlah sumber yang dihimpun mengaku sangat kecewa terhadap Muspika Tanah Jambo Aye dan Keuchik Kota Panton Labu yang terkesan tak menghiraukan dan membiaarkan kondisi kota panton labu kian sembraut, kumuh dan jorok.

BACA JUGA  Wagub Sulsel Beri Arahan Efektivitas Program dan Efisiensi Pengelolaan Anggaran di Coffee Morning

Mereka jangan hanya mengambil keuntungan saja disetiap lapak dan pedagang tapi tak menghiraukan kondisi lingkungan makin tidak nyaman, setiap hari garus mencium bau sampah yang menyegat, kata salah seorang tokoh Kota Panton Labu yang tak ingin disebut namanya.

Camat Tanah Jambo Aye, Ismuhar, S.St.P saat dikonfirmasi Media ini melalui saluran telpn terkait keluhan masyarakat terhadap kondisi Kota Panton Labu dipenuhi sampah mengatakan bahwa untuk mengatur ketertiban dan kebersihan perlu dukungan pihak terkait baik Pemerintah Desa Kota Panton Labu, UPTD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup(DLH) dan Dishub Kabupaten Aceh Utara.

Menurut Ismuhar kita mengakui kondisi Kota Panton Labu yang semberaut dan banyak sampah, namun selama ini juga setiap pagi diangkut oleh DLH, namun setelah beberapa jam kemudian sampah kembali bertumpuk dihasilkan oleh para pedagang. Disamping itu juga adanya kendala keterbatasan biaya operasional petugas DLH dalam mengangkut sampah, hal itu berdasarkan yang diungkapkan pihak DLH dalam pertemuan, ujar Ismuhar

Selanjut terkait pengutipan retribusi dan parkir pihak nya tidak pernah mengutip nya, untuk retribusi dilakukan oleh haria pekan dibawah UPTD Pasar Disperindag. Sedangkan parkir di lakukan dibawah Dinas Perhubungan, sebut Ismuhar.

Soal bangunan kios diatas badan jalan seperti dibelakang SMP Muhammaddiyah dan lain nya yang mengganggu lalu lintas masyarakat pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin, itu bangunan ilegal, tegas Ismuhar.

Sementara Kepala UPTD Pasar Kota Panton Labu Fakhrurazi, SE saat diminta tanggapan terkait ambradulnya para pedagang yang berjualan kepada media ini mengatakan bahwa para pedagang cukup padat di Panton Labu, untuk merelokan tempat lain tidak ada lahan.

Kita sudah cari lahan untuk bangunan pasar di tempat lain, namun sampai saat ini belum ada tempat yang strategis, terkait sampah itu urusan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan, jelas Fakrurrazi.

BACA JUGA  Cara Nurdin Pastikan Rencana Pemerintah Merupakan Kebutuhan Masyarakat, Begini Dialognya

Reporter Saif Aceh


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan