Srikandi Dispersip Palnam Peduli Sambangi Korban Terdampak Banjir Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

  • Bagikan
srikandi-dispersip-palnam-peduli-sambangi-korban-terdampak-banjir-di-kabupaten-hulu-sungai-tengah

blank

Liputan4.com, Barabai – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan misi kemanusiaan. Dibawah Komando Kadispersip Kalsel Dra Hj Nurliani Dardie M.AP. atau di sapa Bunda Nunung serta srikandi dan para staf nya menyerahkan langsung bantuan Presiden RI Ir Joko Widodo kepada para korban terdampak  banjir di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (2/3)

Penyerahan bantuan dari Presiden RI diawali kepada para korban banjir di desa Bulayak, Kecamatan Hantakan. Selain menyerahkan bantuan yang diamanahkan,  Bunda Nunung  juga menyerahkan bantuan dari pribadi beliau berupa alat-alat perlengkapan sholat, sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban terdampak banjir.

Bunda Nunung mengatakan seluruh kegiatan Dispersip Palnam Peduli berbagi sesuai arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor agar seluruh SKPD di Pemprov Kalsel turut peduli dalam penanganan tanggap darurat musibah banjir. “Sebagian bantuan yang kita sampaikan adalah bantuan Gubernur Kalsel juga, jadi kita disini juga sedang menjalankan amanah beliau,” tegasnya.

“Musibah kali ini memang sangat memprihatinkan, kita sebagai sesama umat manusia, sudah seharusnya saling membantu. Walaupun tidak bisa mengganti seluruh kerugian dari para korban, setidaknya kita bisa meringankan beban dan memberikan mereka semangat atas apa yang terjadi,” ucap Bunda Nunung kepada Liputan4.com via Whatsapp, Rabu (4/2) malam.

Setelah dari Desa Bulayak, tim Dispersip palnam peduli melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi keluarga korban yang meninggal dunia di Desa Murung Kecamatan Hantakan, saat bencana banjir bandang terjadi di HST.

Di kawal Sertu Sanu dari Koramil 1002-7/Pagat, mereka menuju ke rumah almarhum M Rafii, salah satu korban meninggal dunia untuk menyampaikan belasungkawa, sekalian menyerahkan bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menyerahkan bantuan kepada bibi dari korban. Perempuan lansia ini juga kehilangan rumah satu-satunya yang ia miliki.

Selanjutnya korban berikutnya yang sempat didatangi, yaitu almarhum Kurtubi yang juga meninggal dunia bersamaan dengan alamarhum M Rafii. Kurtubi meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak, kondisi keluarga yang ditinggalkan terbilang cukup memprihatinkan, karena satu-satunya tulang punggung keluarganya menjadi korban banjir.

Melihat kondisi tersebut, Bunda Nunung  tersentuh dan tergerak, sehingga mengajak anak tertua dari almarhum Kurtubi bernama Maulana yang baru saja lulus SMA, untuk ikut serta kerja bersama Bunda Nunung, sehingga Maulana bisa membantu dan menghidupi ibu dan kedua adiknya pengganti ayahnya.

Mendapatkan perlakuan dan bantuan dari Bunda Nunung, membuat keluarga yang ditinggalkan menjadi terharu dan berterimakasih atas perlakuan dan perhatian yang sangat luar biasa dari Bunda Nunung.

“Kami juga bingung seperti apa hidup kedepannya, karena selama ini, cuma mengandalkan almarhum ayahnya. Mendengar dan mendapat dari ibu, saya sangat bersyukur, karena kalau Maulana bisa bekerja, mudah-mudahan ia bisa membantu membiayai kedua adiknya,” ucap haru dari istri almarhum Kurtubi.

“Kita harus saling bantu sesama, semampu dan sebisanya sesuai kemampuan masing-masing. Dia tidak tega melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan, jadi coba saya tawarkan pekerjaan, supaya Maulana juga bisa mempunyai masa depan yang bagus dan bisa membantu biaya untuk keperluan hidup keluarga,” tutur Bunda Nunung

Sementara itu di lokasi yang sama Bunda Nunung mengajak seluruh para pemimpin negeri ini dan para pemimpin yang ada di daerah untuk berdoa bermunajat memohon pertolongan Allah SWT dari cobaan yang ada saat ini, sehingga kita bisa diberikan jalan keluarnya oleh Allah SWT. Di tangan kuasanya tidak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah SWT. Semuanya dari Allah SWT dan kembali pada-Nya, ” tutur nya.

Setelah menyerahkan bantuan dan memberikan semangat untuk keluarga yang ditinggalkan. Tim Dispersip Palnam Peduli berpamitan kepada keluarga korban dan melanjutkan perjalanan.

Bunda Nunung juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat kalimantan selatan yang terdampak bencana banjir, semoga dengan bantuan ini bisa membantu meringankan beban masyarakat dan sekaligus menjadi pemicu bagi semua elemen masyarakat untuk bersama sama berperan aktif memulihkan kembali Kalsel.

 “Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Tim Dispersip Palnam peduli berbagi, kami semua berharap banjir di beberapa wilayah dapat berangsur membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal,” pungkasnya.

blank
Kadispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie saat serahkan bantuan kepada keluarga korban terdampak banjir (Poto istimewa)

Penulis/Editor  : NandoL4

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa