Sambangi Pertamina, DPRD Kalsel, Hiswana Migas, Ini Tuntutan Gabungan 12 LSM

  • Bagikan
sambangi-pertamina,-dprd-kalsel,-hiswana-migas,-ini-tuntutan-gabungan-12-lsm

blankLiputan4.com, Banjarmasin-Gabungan 12 LSM sambangi, Pertamina, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan dan Hiswana Migas suarakan keluhan masyarakat, Senin (22/2) pagi.

Adapun 12 organisasi massa yang melakukan aksi demo tersebut terkait mahalnya tabung gas elpigi 3 kilogram di lingkungan masyarakat Kota Banjarmasin.

Di komando Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel H Muhammad Hasan mengatakan tabung gas elpiji 3 kg yang beredar di masyarakat mencapai nominal Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu.

“Kalau kosong, kenapa masih ada dijual, bahkan mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu,” ucapnya.

Ia mengatakan hal tersebut perlu ditelusuri lebih mendalam, sehingga tidak ada permainan yang dilakukan, baik dari agen maupun pangkalan gas elpiji.

Lanjutnya, dirinya menyayangkan sikap Pimpinan Pertamina Cabang Banjarmasin yang mengambil cuti, padahal pada saat ini masyarakat sedang mengalami keresahan akibat mahalnya tabung gas elpiji 3 kg.

“Meninggalkan cuti, sungguh sangat disayangkan ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Dewan Kalsel untuk segera melakukan pemanggilan pihak Pertamina agar dapat menyelesaikan permasalah yang terjadi di Kota Banjarmasin.

“Mudah-mudahan ini dapat terselesaikan oleh dewan, sehingga tidak terjadi mahalnya harga tabung gas elpiji 3 kg,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap seluruh pihak terkait untuk dapat mengawasi penyaluran tabung gas elpiji 3 kg dan memproses sesuai aturan yang berlaku.

Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Gusti Abidin Syah,S.Sos, MM, mengatakan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg.

“Adanya infrastruktur yang masih belum siap, akibat bencana banjir Kalsel,” bebernya.

Abidinsyah juga mempertanyakan penyebabnya ini apakah masalah jalan yang menyebabkan angkutan distribusinya kurang lancar ataukah memang gas Elpiji 3 kilogramnya memang kosong.

“Informasi yang kami terima di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) gas elpiji lagi kosong. Kalau memang benar, apakah faktor pengiriman atau gas elpijinya memang lagi kosong,” pungkasnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan segera melakukan rapat dengar pendapat dengan Pertamina, Hiswana Migas maupun instansi terkait guna menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Kita banyak mendengar keluhan masyarakat, apabila terjadi kelangkaan otomatis harga makin naik, semoga ini tidak terus berkelanjutan,” katanya.

Adapun Dewan Kalsel akan mengagendakan pertemuan dengan pihak terkait pada hari Rabu (24/2) mendatang.(NandoL4)

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa