Penjelasan Produsen Pupuk (PT. Petrokimia dan PT.Pusri) Prihal Kelangkaan Pupuk

  • Bagikan
penjelasan-produsen-pupuk-(pt-petrokimia-dan-pt.pusri)-prihal-kelangkaan-pupuk

Liputan4 Com,Lampung

Guna menangani permasalahan pendistribusian Pupuk Bersubsidi yang marak terekspose di media, Pemerintah Provinsi Lampung menggelar rapat bersama dengan Dinas/Instansi terkait lingkup Pemerintah Provinsi.Senin 08/02/2021).

bertempat di Rumah Dinas Gubernur Lampung, dan dipimpin langsung oleh gubuernur dan Dinas Pertanian lingkup Kabupaten/Kota, Bersama dengan Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Produsen dan Perbankan.

blank

Berdasarkan hasil penjelasan dari Produsen Pupuk (PT. Petrokimia dan PT.Pusri) diinformasikan bahwa:
1. Tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi dan Pupuk bersubsidi di Provinsi Lampung tersedia secara umum sampai 1,5 bulan kedepan.

2. Bahwa salah satu faktor yang menjadi alasan terjadi kelangkaan Pupuk Bersubsidi dikarenakan terjadinya perubahan Herga Eceran Tertinggi (HET) dan sistem pendistribusian pupuk di tingkat pusat, serta perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Pusat dengan Produsen Pupuk yang belum terselesaikan.

blank

3. Sebagai dampak perubahan kebijakan yag tertuang dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020, perlu menyesuaikan system. Bila belum tergabung dalam keanggotaan KPB, harus membawa E-KTP untuk dicocokkan dengan E-RDKK, sehingga jika petani tidak membawa KTP, dan Petani yang tidak Terdaftar dalam E-RDKK tidak berhak mendapatkan Pupuk Bersubsidi, dan sebagai alternatif tersedia pula Pupuk Non-Subsidi.

Sementara itu pemerintah Provinsi Lampung memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Bumi Ruwai Jurai sampai 1,5 bulan ke depan, Pemerintah memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2020, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi petani yang telah bergabung dalam kelompok tani yang menyusun Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Pengambilan pupuk bersubsidi sangat dianjurkan melalui Program Kartu Petani Berjaya karena lebih mudah tidak memerlukan e-KTP, serta pengisian formulir, Untuk petani yang tidak tercantum di e-RDKK dapat membeli pupuk non-bersubsidi yang disediakan oleh PT. Pupuk Indonesia (PT. Pusri dan PT. Petrokimia Gresik).

Gubernur Lampung memerintahkan kepada Satuan Kerja untuk melakukan sosialisasi kepada petani untuk memanfaatkan pupuk non-subsidi jika terjadi kekurangan pupuk bersubsidi.

Serta perlu pengawasan yang lebih ketat untuk distribusi pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi, Apabila ada penyelewengan segera diambil tindakan tegas, serta melibatkan aparat terkait.(*)

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa