Pendiri Aplikasi yang Fasilitasi Kencan Sugar Baby Ditangkap di Malaysia

pendiri-aplikasi-yang-fasilitasi-kencan-sugar-baby-ditangkap-di-malaysia

Aplikasi Sugarbook tidak hanya panen kecaman di Malaysia. Pendirinya baru saja ditangkap polisi, atas dugaan memfasilitasi praktik prostitusi terselubung. Aplikasi itu disorot banyak pihak, karena fokus menghubungkan pasangan kencan atas preferensi keuntungan finansial (alias sugar babies dan sugar daddies).

Darren Chan, pendiri Sugarbook berusia 34 tahun, ditangkap di Negara Bagian Selangor pada 17 Januari 2021. Kabar itu langsung dikonfirmasi oleh Kepala Polisi Selangor Fadzil Ahmat.

“Tersangka ditangkap di kondominiumnya pada pukul 16.30,” kata Ahmat. “Persidangan awal segera digelar untuk kasus ini.”

Sejauh ini humas Sugarbook tidak merespons pertanyaan yang dikirim VICE World News terkait kabar penangkapan Darren Chan. Aplikasi tersebut saat ini sudah diblokir di Malaysia, atas desakan para politikus konservatif. Akan tetapi, pengguna di Negeri Jiran masih bisa membukanya di ponsel, asal mengakses VPN.

Sugarbook sebetulnya bukan satu-satunya aplikasi yang fokus menggarap segmen kencan om-om bersama pacar simpanan yang sekaligus jadi binaan. Namun, untuk pasar Asia Tenggara, Sugarbook termasuk yang agresif memasarkan konsep kencan macam ini. Darren dalam pernyataan tertulis dua tahun lalu, menyebut Sugarbook akan “menjadi lingkungan yang aman dan rahasia bagi peminat kencan sugar babies.”

Konsep aplikasi ini lantas menarik perhatian banyak warga Malaysia, terutama perempuan muda dan mahasiswi, yang berusaha mendapat penghasilan tambahan selama pandemi. Kencan sugar babies tidak selalu soal seks, namun biasanya memang ada relasi imbal balik secara finansial. Para sugar babies berharap lewat hubungan dengan lelaki yang telah tua dan mapan itu, bisa mendapat aset atau uang jajan bulanan.

Survei dari aplikasi kencan gadun lain menyebut tingginya popularitas kencan macam ini di Malaysia. Ada 42.500 sugar daddies terdaftar memakai aplikasi sejenis di Malaysia, tertinggi ketiga setelah Indonesia (60.250) dan puncaknya India (338.000).

BACA JUGA  Polisi Kini Dilarang Nongkrong dan Mabuk di Kafe, Imbas Penembakan Cengkareng

Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan