Pemerintah Wajib Prioritaskan Rehabilitasi Lahan Pertanian Di Kalsel,Usai Banjir.

pemerintah-wajib-prioritaskan-rehabilitasi-lahan-pertanian-di-kalsel,usai-banjir.

blank

 

DPW Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan menaksir bahwa kerugian sektor pertanian akibat bencana banjir kemungkinan besar melebihi dari angka yang dikalkulasikan oleh pemerintah.

UNTUKdiketahui, pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sendiri sudah menghitung bahwa kerugian pertanian sebesar RP 216 Miliar.

“Bisa lebih besar lagi. DPW SPI Kalsel menganggap kerugian petani bukan hanya dari produk pertaniannya saja, tetapi harus dihitung juga kerusakan peralatan dan lahan pertanian seperti; traktor, galangan sawah yang jebol dan rata sama tanah akibat diterjang arus air, lalu sisa lumpur dan sampah-sampah plastik yang mencemari lahan pertanian, lalu kerugian petani keramba, kolam dan jala apung yang juga rusak atau hanyut dibawa arus banjir,” kata Ketua DPW SPI Kalsel, Dwi Putra Kurniawan.

Mengingat sektor pertanian pangan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan warga Kalsel, Dwi kemudian meminta pemerintah memasukkan ganti rugi dan perbaikan/rehabilitasi lahan pertanian jadi prioritas utama. Sesuai dengan UU No.41 tahun 2009 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan UU No.19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Melihat pernyataan Menteri Pertanian di beberapa media yang hanya akan menyiapkan bantuan bibit kepada petani terdampak banjir dan bantuan sembako di saat bencana, sangatlah jauh dari harapan para petani. Dampak bencana ekologis ini sebagian aktornya adalah pemerintah lewat aparatur penyelenggara negaranya yaitu lewat kebijakan-kebijakan mempermudah perizinan korporasi mengeksploitasi alam secara besar-besaran sehingga Kalsel jadi darurat bencana ekologis,” tutur Dwi.

Sebagai langkah konkret, Dwi lantas bilang bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus merancang program kerja rehabilitasi lahan pertanian lewat proyek-proyek padat karya yang wajib melibatkan para petani mulai dari merancang program maupun pada saat pengerjaan proyek.

BACA JUGA  Melalui Virtual Meeting, Pengambilan Keputusan DPRD Terhadap Ranperda Tentang APBD Kabupaten Lampung Selatan TA 2021

Menurut dia, peran para petani sangat mutlak dibutuhkan dalam hal ini, mengingat sebagian lahan pertanian di Kalimantan Selatan berada di lahan rawa gambut yang butuh kearifan pengetahuan lokal yang hanya dimiliki oleh para petani.

“Jika pemerintah mengabaikan hal ini akan berakibat fatal pada saat rehabilitasi lahan pertanian di mana sudah banyak contoh program proyek cetak sawah baru yang diselenggarakan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang gagal memenuhi target produksi akibat tidak melibatkan peran petani dengan kearifan pengetahuan lokalnya di bidang pertanian,” ujarnya.

Selain itu, Dwi bilang bahwa SPI Kalsel juga berharap kepada Presiden Jokowi untuk menyiapkan program bantuan khusus ekonomi kepada para petani dan masyarakat korban bencana ekologis di Kalsel.

“Ini mengingat paska bencana nanti untuk memulai lagi menanam tanaman pangan sampai panen membutuhkan waktu yang tidak singkat. Jadi untuk pemenuhan kebutuhan hidup para keluarga petani selama proses tersebut tetap perlu dibantu,” tandasnya.(Gt.Irwan S).


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan