Pelapor Dugaan Kasus Pemotongan BPUM Desa Pragaan Daya Penuhi Panggilan Satreskrim Polres Sumenep

pelapor-dugaan-kasus-pemotongan-bpum-desa-pragaan-daya-penuhi-panggilan-satreskrim-polres-sumenep

Liputan4.com, Sumenep-Pelapor dugaan kasus pemotongan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur penuhi panggilan penyidik Unit IV Pidkor Satreskrim Polres Sumenep.

Dalam surat pemanggilan ini nomor K/24/II/2021/Satreskrim sebagai pelapor untuk klarifikasi dan permintaan data terkait laporan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada program Bantuan Produktif Usaha Mikro tahun 2020.

Penyidik unit IV Pidkor Satreskrim Polres Sumenep dengan Nomor: B/70/II/2021/Satreskrim sudah melakukan kajian maupun analisis atas materi adanya dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan BPUM dan UMKM akan ditindaklanjuti untuk menemukan fakta maupun informasi yang dapat dijadikan bukti permulaan dalam perkara tindak pidana korupsi diperlukan adanya data. Dokumen maupun keterangan sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah No 43 tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pemberian penghargaan dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Penyidik Satreskrim Polres Sumenep akan segera memanggil saksi-saksi untu dimintai keterangan terkait pemotongan dana BPUM dan dana UMKM di Desa Pragaan Daya. Pada saat realisasi bantuan tersebut diduga terjadi praktek penyunnatan dana bantuan yang dilakukan oleh oknum yang berinisial MZ dan UN pada tahun 2020 untuk proses penyelidikan,” kata Abdurrahem selaku Ketua Koordinator Investigasi dan Pengawas JCW Jawa Timur saat diwawancarai, Senin (9/2/2021).

Tidak itu saja, pihaknya juga menjelaskan kepada awak media, pihaknya juga memberikan bukti pembanding ke penyidik unit IV Pidkor Satreskrim Polres Sumenep agar kasus tersebut sampai ke meja hijau.

“Bantuan Dana BPUM dan Bantuan UMKM sebesar Rp2.400.000 setiap penerima. 5 orang yang mendapat bantuan tersebut diduga dipotong. Setiap penerima potongannya sebesar Rp 1.500.000 dan dikasih kepada ke setiap penerima bantuan BPUM sebesar Rp900.000. Hal itu, yang diduga dilakukan oleh AI,” jelasnya.

BACA JUGA  Propam Polresta Palangka Raya Awasi Penerapan Prokes Cegah Covid-19 di Lingkungan Internal

“Terus yang 5 Penerima yang mendapat bantuan tersebut juga dipotong oleh dan MZ dan UN sebesar Rp 500.000 dan penerima bantuan tersebut mendapatkan Rp1.900.000,” tandasnya.


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan