LPI TIPIKOR:Pertanyakan Manfaat Anggaran 3,2 Triliun Lumbung ikan Nasional Maluku ini Alasan Nya

  • Bagikan
lpi-tipikor:pertanyakan-manfaat-anggaran-3,2-triliun-lumbung-ikan-nasional-maluku-ini-alasan-nya

blank

Liputan4.com ||Maluku – Pada Hari jumat Tanggal 5 Februari 2021 cuitan Instagram Balil lahadalia Kapala BKPM berada di Ambon bersama menteri Perhubungan, menteri kelautan dan perikanan Dan gubernur Maluku murad Ismail, saat mengunjungi Lokasi tempat infrastruktur Lumbung ikan Nasional melihat dan mendengar video singkat itu seperti nya pembahasan Soal Lumbung ikan Nasional di Maluku yang sedang Hangat di perbincangkan.

“Anggota Investigasi DPP LPI Tipikor Salim wehfany Mempertanyakan Anggaran 3,2 trilun untuk Infrastruktur Lumbung ikan nasional itu apakah sudah sesuai mekanisme Hukum yang berlaku.?”

Salim juga menegaskan bahwa Harusnya ada Keterbukaan informasi tentang Pembahasan soal LIN di Maluku seluas luasnya agar dapat di cermati oleh masyarakat banyak.

Salim wehfany Juga adalah Masyarakat asli Lokal Kepulauan Aru kerap kali mengeluarkan pernyataan penolakan Kehadiran Lumbung ikan Nasional di Maluku, katanya Wujud dari Penolakan LIN itu dia menilai seperti ada diskriminasi oleh Kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku menurut nya Pemda Provinsi Belum pernah ajak masyarakat Aru duduk bersama Membahas arah Kebijakan LIN yang di anggap sepihak ini.

Kepulauan Aru adalah Penghasil Ikan terbesar Di Maluku Lewat Surat Keputusan Menteri no 50 Tahun 2017 dalam zona WPP 718 sebesar 2,6 Juta Ton PER Tahun. Mestinya di ajak Dong dalam Pembahasan LIN jangan seolah olah Aru terlihat seperti Sapi Perah yang Kapan saja siap di sikat Habis bahkan bisa jadi santapan lezat oleh siapa saja.

Anggota investigasi LPI Tipikor Salim Wehfany berharap ada musyawarah kerjasama yang baik yang bermartabat antara pemerintah dan wilayah penyuplai ikan tersebar di Maluku sehingga infrastruktur LIN ini berjalan sesuai niat kemanusiaan Indonesia yang tertuang dalam amanat ideologi Pancasila

“Ayat 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab”

Di samping itu ada aspek dan aset masyarakat adat, termasuk Laut Aru yang Wilayah adatnya di akui oleh pengakuan berbagai Peraturan perundang-undangan di Indonesia untuk itu aset masyarakat adat Dimana pun wajib kita sama sama Hargai dan berikan hak hak Jaminan kebebasan nya untuk menjaga Alam nya sendiri.

Tim investigasi sangat mengkuatirkan Ambon di jadikan sebagai Episentrum infrastruktur Lumbung ikan Nasional. Kerna ada ribuan Gempa yang sering terjadi disana atau ( Daerah Ring Of Fire ) Pemerintah juga di harapkan jangan sampai Melaksanakan kegiatan Tersebut yang mengakibatkan fatal terjadinya kerusakan infrastruktur setelah di bangun akibat hantaman musibah gempa dll. Sekali lagi wilayah nya tidak cocok.

Tim investigasi sedikit memahami Bahwa Masyarakat Aru sangat mengharapkan Ibu Kota M-LIN harus ada di Kepulauan Aru, mereka menegaskan bahwa Aru sebagai daerah Penghasil terbanyak dan juga sebagai daerah perbatasan langsung Dengan Australia, Papua new Guinea, Kepulauan Vanuatu, Timor Leste dll, mereka berharap pengembangan dan pengelolaan aset Laut mereka harus Dari sana, dan Expor juga harus dari kepulauan Aru, jangan sedikit sedikit ke pusat dulu baru di expor, mereka juga berharap ada kemandirian dalam Pengelolaan Lumbung ikan Nasional dan jika Pemerintah tidak Mengakomodir sudah pasti masyarakat akan Menolak 100% lumbung Ikan Nasional.

Bahkan masyarakat Aru sendiri sudah Siap Untuk Ritual sasi adat Laut Aru dan Laut Arafura jika pemerintah tidak Mengakomodir kepentingan bersama mereka.

Sumber:Salim wehfany”

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa