Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tercoreng Oleh Ulah Dua Oknum Yang Melakukan Pemerasan

  • Bagikan
lembaga-swadaya-masyarakat-(lsm)-tercoreng-oleh-ulah-dua-oknum-yang-melakukan-pemerasan

LIPUTAN4.COM,SAMPANG I Petugas Kepolisian mengamankan dua tersangka pemerasan berinisial RS (42) warga Desa Aeng Sareh, Kota Sampang, dan AH (38) warga Jalan Pahlawan, Sampang.

 

Asbi (32) korban dari pemerasan tersebut yang merupakan warga Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, sebagai pelaksana proyek dana hibah Pokmas.

 

Berawal pada hari Sabtu (13/2), korban mendapat informasi jika pengerjaan proyek Pokmas irigasi pada tahun 2019 didatangi oleh tersangka, ahirnya terjadilah komunikasi antara korban dengan tersangka.

 

Dalam komunikasi tersebut korban mencoba negosiasi dengan tersangka agar hasil temuannya tidak perlu panjang lebar serta tidak menghubungi Ketua Pokmas.

 

Alhasil korban dan dan tersangka terjadi kesepakatan untuk mengadakan pertemuan di cafe Ken Karo di Jalan Makboel. Namun sebelumnya korban telah memberitahu Polisi sehingga saat uang diserahkan kedua tersangka langsung tertangkap tangan dengan BB uang Rp 19,4jt.

 

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz menyampaikan, tersangka ditangkap pada Sabtu (20/2/2021) malam lalu saat hendak bertemu korban di cafe Ken Karo di Jalan Makboel, Sampang.

 

“Dari penangkapan itu BB uang tunai berupa pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang diserahkan korban menurut pengakuan tersangka uang itu rencananya akan dibuat foya-foya,” ungkap Abdul Hafidz.

 

Diketahui Rizky adalah anggota LSM Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI) dan Amir Hamzah LSM Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) RI.

 

“Kita menangkap dua oknum LSM itu atas laporan korban yang merasa diperas oleh tersangka,” lanjutnya

 

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menerangkan kronologi penangkapan tersangka.

 

“Awalnya korban di mintai uang oleh tersangka Rp 100 juta, tapi korban tidak mau hingga akhirnya terjadi kesepakatan Rp 40 juta. Tetapi dalam pertemuan itu korban hanya menyerahkan Rp 19,4 juta, sisanya akan diberikan keesokan harinya,” tuturnya.

 

“Selain uang Rp 19,4 juta, juga diamankan 4 kartu LSM milik Riski, 1 kartu LSM milik Amir Hamzah, 1 unit HP Iphone XS, 1 unit HP Vivo, 1 unit HP Nokia, dan bukti percakapan WhatsApp korban dengan tersangka,”

 

Tersangka kini dijerat Pasal 368 ayat 1 junto Pasal 55 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,(23/02/2021).

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa