Iksan (13) dan Rendi (22) : Kami Nyaman Menjadi Anak Funk Walau Hidup Dijalanan

iksan-(13)-dan-rendi-(22)-:-kami-nyaman-menjadi-anak-funk-walau-hidup-dijalanan

blank

Liputan4.com.Sumatera Selatan – Baturaja , Pemandangan fotret kehidupan dan kadaan lingkungan sosial dari berbagai bentuk ragam selalu dapat diterlihat dalam kehidupan kita sehari hari ,mulai dari sudut sudut kota ,tengah kota bahkan dipersimpangan lampu merah yang menjadi tempat sandaran dan lahan dalam mengais dari pejual tisu pejual koran,pengamen , pengemis bahkan anak anak muda yang berpenampilan Gaya Anak Funk

  • blank

Keramaian dan kemacetan hiruk pikuk lalu lintas berbagai kendaraan yang berhenti saat lampu mereka baik motor dan mobil dimanfaatkan mereka para anak anak Funk untuk mendapatkan belas kasihan dari masyarakat yang masih punya hati untuk memberikan sedikit rejeki kepada mereka,agar mereka bisa menyambung hidup ,setidaknya mereka bisa membeli nasi untuk makan begitu dari ke hari hari dan seterusnya tanpa mereka pikirkan masa depan

Keberadaan mereka para Funk membuat kebanyakan masyarakat kurang simpatik , semua karena mungkin dengan penampilan pakaian mereka yang Kumal,kuping dan hidung dibuat bolong bahkan tubuh serta muka mereka penuh dengan gambar tato ,penampilan mereka yang seperti itu membuat masyarakat yang belum mengenal merasa takut,padahal mereka juga adalah anak anak bangsa dan generasi bangsa yang perlu dibina Serta diarahkan

Keberadaan Anak Funk yang selalu kerap mangkal di Lampu merah Air Paoh Kecamatan Baturaja timur kabupaten OKU Sumsel ,yang berprofesi menjadi pengamen ,menyanyi lagu yang kita sebagai pendengarnya tidak mengerti apa yang mereka nyanyikan, dari satu mobil ke mobil yang lain tidak peduli dengan keselamatan mereka sendiri

Keberadaan kehidupan anak anak Funk di kota Baturaja membuat Jurnalis Liputan 4 com untuk mencoba lebih mengenal kehidupan mereka di jalanan

Iksan yang mengaku berumur 13 tahun saat ditanya Jurnalis Liputan4.com ,ibu dan bapak saya sudah meninggal ,saya baru 2 bulan jadi anak Funk dan membuat hidup saya nyaman walau hidup gembel dijalanan ujar Iksan

BACA JUGA  Berkas 13 Tersangka Korporasi TIPIKOR Pengelolaan Investasi Di PT Asuransi Jiwasaraya Lengpak P-21

Iksan juga mengutarakan kesedihannya tentang masyarakat menilai mereka selalu berbuat kriminal padahal kami juga suka berbagi ,misal jika ada orang yang memberi roti kepada kami terus ada orang gila dah gelandang mengorek gorek tong sampah ,roti yang ada kita bagi mereka ungkap Iksan

Selain Iksan (13) ditempat yang sama tepatnya diperempatan Lampu merah Air Paoh , Jurnalis Liputan4.com sempat membintangi Anak Funk yang lainnya

Rendi pemuda 22 tahun saat ditanya mengaku berasal dari kecamatan Lubuk Batang mengaku masih punya bapak dan ibunya meninggal,dalam bincangnya mengatakan ” saya merasa nyaman hidup menjadi anak Funk walau kadang tidur dipinggir toko,pomp bensin dan tempat lain yang bisa buat kemi tidur ” terang Rendi

Melihat dari kondisi dan keadaan anak muda yang berpenampilan Gaya Anak Funk seperti Iksan (13) dan Rendi (22) membuat kita yang melihatnya menjadi sangat prihatin dengan generasi bangsa kedepannya akan pengaruh mereka kepada anak anak muda yang lain terutama di Kab Oku ,sudah selayaknya negara, Pemerintah atau Dinas yang terkait untuk memberikan perhatian khusus kepada mereka Fakir miskin dan Anak anak jalanan yang terlantar karena sesuai dengan Pasal 34 Ayat (1) Undang Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah mengamanatkan kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan anak terlantar ,dengan demikian penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat memberikan keadilan sosial bagi warga negara untuk dapat hidup secara layak dan bermatabat,

( AGUS MAULANA)


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan