Heboh Temuan Bangkai Kucing Di Banjarmasin, Diduga Dilakukan Psikopat.

heboh-temuan-bangkai-kucing-di-banjarmasin,-diduga-dilakukan-psikopat.

blank

Liputan 4.com – Banjarmasin.

BELAKANGAN jagad maya dibuat heboh oleh penemuan puluhan bangkai kucing yang terbungkus kantong plastik.

HAL ini bermula dari unggahan akun instagram bernama @feeder_cat_banjarmasin yang pertama menginformasikan perbuatan keji dan biadab tersebut.

Spekulasi bermunculan. Ada yang mengatakan bahwa penyebab kematian puluhan hewan itu lantaran mengalami kekerasan yang disengaja. Namun, ada juga warga yang berpikiran kucing-kucing tersebut mati karena diracun.

Salah satu anggota Animal Rescue Banjarmasin, Andy Putera menilai perbuatan biadab tersebut dilakukan oleh seorang psikopat. Menurutnya, hal itu sengaja dilakukan.

Sebab, berdasarkan hasil pantauan pihaknya yang melihat langsung kondisi terakhir bangkai hewan tak berdosa tersebut mengalami patah tulang serta bagian kepala si kucing pecah.

“Kemungkinan ini dilakukan oleh orang yang mengidap psikopat. Soalnya beberapa bangkai kucing ada yang patah leher, tangan dan ada luka di bagian kepala yang diduga dilakukan dengan menggunakan benda tumpul,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Andy, bangkai kucing di Jalan Lingkar Dalam, atau tepatnya berdekatan dengan Sekolah Ukhuwah Banjarmasin, itu sudah lama.

Saat ini polisi atau yang biasa dikenal dengan Tim Macan Kalsel dari Polda Kalsel tengah melakukan penyelidikan untuk mengusut dalang di balik kejadian keji itu.

“Dari pecinta kucing minta diusut tuntas. Ada beragam jenis kucing, mulai dari kucing kampung, peliharaan dan ras campuran,” pungkasnya.

Sementara itu, Medik Veteriner dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, (DKP3) Kota Banjarmasin, Annang Dwijatmiko, yang juga melakukan peninjauan ke lokasi penemuan, Jumat (5/2/2021) malam, membuat beberapa kesimpulan kemungkinan dibalik pembunuhan hewan peliharaan tersebut.

“Ada beberapa faktor kemungkinannya. Bisa keracunan atau sengaja diracun atau terkena virus kucing yang mematikan. Bahkan bisa juga karena tindak kekerasan oleh oknum,” ucapnya.

BACA JUGA  Pemkab Tala terima hibah jaringan perpipaan air bersih Kementeriaan PUPR

Dari beberapa faktor di atas, Annang memprediksi, bahwa diduga kucing-kucing tersebut mati karena dianiaya oleh oknum warga.

Hal itu lantaran oknum warga bersangkutan, merasa tidak nyaman dengan kehadiran kucing-kucing di lingkungan tempat tinggalnya.

“Ini masih prediksi kami. Belum bisa dipastikan. Tapi dari pemeriksaan kami semua organ tubuh hewan lengkap, tidak ada yang hilang seperti yang gempar diberitakan,” pungkasnya.

Olehh karenanya Annang mengimbau, jika terdapat warga yang tidak senang dengan kehadiran kucing di lingkungan tempat tinggal, bisa melaporkan ke ketua RT untuk ditindaklanjuti.(Gt.Irwan S).


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan