Liputan 4.com – Kotabaru.
SekretarisKomisi I DPRD Kabupaten Kotabaru, Rabbiansyah mendesak agar manajemen BPJS Ketenagakerjaan setempat melakukan perbaikan layanan bagi nasabah yang akan klaim.

Hal itu disampaikan Robby, sapaan akrabnya Rabbiansyah, usai bertemu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kotabaru yang sebelumnya ia menyamar sebagai salah seorang nasabah yang akan mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT).

Penyamaran dilakukanya menyusul banyaknya laporan yang mengeluhkan sulitnya pengajuan klaim bagi asabah ke BPJS Ketenagakerjaan Kotabaru, salah sedikit dalam pengisian berkas, harus balik kanan sehingga gagal proses klaim, ditambah lagi pelayanan petugas yang kurang ramah.

“Atas banyaknya keluhan yang dilaporkan, saya berinisiatif untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan cara menyamar sebagai nasabah yang akan mengajukan klaim,” kata Robby.

Setibanya di kantor BPJS, ternyata sudah banyak warga yang antre, dari pengakuan mereka sudah sejak pukul 05.00 Wita ada yang datang dari Tanjung Seloka, disusul kemudian peserta dari Lontar yang tiba pukul 06.00 Wita, sampai pukul 07.00 Wita antrean sudah membeludak.

Alasan mereka memilih klaim JHT kekantor BPJS, karena memang mengalami kendala jika menggunakan cara online, selain keterbatasan pengetahuan teknologi informasi, bahkan tidak sedikit yang tidak mempunyai HP jenis android, kalau toh ada akan terkendala dengan sulitnya jaringan atau sinyal.

Dikatakan Robby, hal aneh yang terjadi saat pengurusan klaim, nasabah yang membawa berkas ternyata diterima oleh satpam dan bukan petugas khusus atau staf yang menangani klaim, sehingga ada kesan tidak mau repot, sang petugas menganjurkan nasabah untuk melakukan klaim secara online.

Atas perlakuan itu, politisi Perindo inipun sempat bersitegang dengan petugas yang melayani, sehingga terjadi adu mulut, hal ini dilakukan sebagai bentuk advokasi kepada masyarakat yang selama ini mengeluh atas pelayanan seperti itu.

“Padahal, mereka yang datang ke kantor BPJS ini berasal dari pelosok yang jauh dari ibukota kabupaten, sehingga memerlukan waktu berhari-hari dan biaya yang tidak sedikit untuk transport, makan dan penginapan,” jelasnya.

Harusnya lanjut Robby, BPJS Ketenagakerjaan harus mencarikan formula atau solusi agar pelayanan kepada masyarakat tetap baik, ramah dan prima.

“Soalnya yang mereka cairkan itu kan uang mereka sendiri, kenapa harus di persulit, jika bisa di bijaksanai segera bijaksanai sepanjang masih bisa dipertanggung jawabkan,” sergah Robby.

Namun setelah berhasil ditemui pimpinan BPJS setempat, terjadilah perbincangan mengenai proses pelayanan bagi nasabah mengajukan klaim yang merasa tidak dilayani secara optimal.

“Hasil pembicaraan kepala BPJS Kotabaru, sepakat bersama-sama akan memperbaiki pelayanan, serta akan segera berkirim surat kepada seluruh perusahaan untuk mensosialisasikan tata cara klaim secara online,” jelas Robby.

Sehingga masyarakat tidak perlu datang ke kantor BPJS Kotabaru, tetapi pada saat menerima surat pengalaman kerja di perusahaan berarti sudah mendapatkan penjelasan dari perusahaan dan bisa mengajari kepada karyawannya bagaimana proses klaim secara online.(Liputan 4.com).