Berbuat Cabul, Satreskrim Polres Katingan Amankan Kakek

  • Bagikan
berbuat-cabul,-satreskrim-polres-katingan-amankan-kakek

blank

Liputan4.com.Kalteng- Peribahasa diatas mungkin pas untuk seorang kakek berinisial SR (64) kakek tersebut harus menikmati hari tuanya didalam hotel prodeo Polres Katingan setelah Penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak menetapkanya sebagai Tersangka pelaku perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. Jum’at (05/02/2021), pukul 10.15 wib.

Perbuatan cabul tersebut terjadi pada hari senin 02 februari 2021 sekira jam 11.00 wib di rumah pelaku sendiri yang beralamat di Desa Hampalit, RT. 020, Kec. Katingan Hilir, Kab. Katingan, Prop. Kalteng, korban dari pencabulan tersebut adalah dua orang anak dibawah umur yang berinisial S (7) dan W (12), ” “Saat ini unit PPA Satreskrim Polres Katingan sedang melakukan penyidikan terhadap kakak berumur 64 tahun tersebut karna melakukan perbuatan  cabul terhadap anak dibawah umur” jelas Kanit PPA Satreskrim Polres Katingan Aiptu Suprianto.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, S.I.K.,M.H melalui Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto, S.H. membenarkan bahwa saat ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Katingan melakukan penyidikan Tindak Pidana Perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan seorang kakek berinisial SR (64) tahun,

Kasat Reskrim juga menjelaskan kronologis peristiwa pencabulan tersebut yaitu  saat korban berinisial S mengajak temanya berinisial W ke rumah pelaku dengan tujuan mau minta uang, setelah sampai dirumah pelaku kedua korban tersebut langsung diajak masuk kedalam rumah oleh pelaku, kemudian pelaku langsung melakukan pencabulan terhadap korban dan pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada orang lain.

“Jangan bepadah lawan orang lain lah kena ku bawa parang ku matii bubuan ikam,” ujar Kasatreskrim atas pengakuan Korban, 

Karena korban merasa takut akhirnya korban hanya diam saja. Setelah sang kakek selesai melakukan aksinya kakek tersebut memberikan uang sebesar Rp. 5000 kepada korban berinisial S dan uang sebesar Rp. 10.000 kepada korban berinisial W lalu kedua korban langsung pulang.

Beberapa hari kemudian korban menggeluhkan sakit di bagian kemaluanya saat buang air setelah di intrograsi oleh orang tua korban barulah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya, orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Katingan dalam hal ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Katingan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Perlindungan Anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman selama 15 tahun kurungan dan denda sekitar Rp. 300 Juta.
(@nt)

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa