Bendungan Benanga Meluap, Warga Bengkuring Bersiap Mengungsi

bendungan-benanga-meluap,-warga-bengkuring-bersiap-mengungsi

blank

LIPUTAN4.COM, SAMARINDA – Kota Samarinda dalam beberapa pekan terakhir tak diguyur hujan, kalau pun ada tidak dengan intensitas tinggi juga tak berlangsung lama. Namun di Perumahan Bengkuring, Sempaja Timur, Samarinda, beberapa rumah warga tergenang air yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa sejak lima hari terakhir.

Di Jalan Terong Pipit,  genangan air berketinggian sekitar 15 hingga 40 sentimeter, sebagian warga mengaku penyebab banjir yang menggenangi rumah mereka akibat kiriman dari Bendungan Benanga, Lempake.

Seorang warga Bengkuring, Effendi, mengaku  banjir memenuhi dalam rumah dan sudah berlangsung selama lima hari, namun memang ketinggian air sangat fluktuasi.  “Sudah lima hari, cuma hari ketiga sempat kering, ini kembali lagi dua hari belakangan ini,” kata Effendi Minggu (7/2/2021) hari ini.

Ketinggian air bagian dalam rumah sudah mencapai lutut orang dewasa, air menyerbu dengan mendadak membuat dirinya dan keluarga belum sempat mengevakuasi barang ke tempat yang lebih aman.  “Awalnya saya lagi nge-cat dalam rumah seketika ada air tergenang dibawah mata kaki, padahal nge-cat baru setengah,” bebernya.

Di kawasan lain, tepatnya di Jalan Terong Pipit 7 ada sekitar 10 rumah terdampak hingga menggenangi bagian dalam.  Effendi pun mulai merencanakan untuk segera mengungsi ke rumah keluarga dan berharap kesekian kalinya kepada Pemkot Samarinda untuk dapat segera mengatasi banjir yang terbilang rutin dalam setahun bisa dua hingga tiga kali ia alami itu.

Berbeda dengan Efendi, Mardiana merasakan banjir yang menerjang rumahnya itu mempunyai kedalaman setinggi dibawah lutut orang dewasa. Ia mengaku tak bisa beristirahat, lantaran tempat tidur yang ia miliki juga ikut tergenang, sehingga mau tak mau ia perlu menumpuk beberapa barang untuk dijadikan tempat tidurnya terhindar dari air. 

BACA JUGA  Di Back Up TNI dan Tim Terbaik Polri, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso Buru Kelompok MIT

“Saya sampai tumpuk gabus di bawah kasur biar bisa tidur aman, tapi itu pun tetap bergeser,” kata Mardiana. Barang elektronik yang dimiliki juga ikut terendam dan rusak. Jika ketinggian air yang dialaminya terjadi peningkatan maka ia memutuskan untuk mengungsi ke tempat tinggalnya yang lebih aman.

“Dua hari belakangan ini terus meningkat, jadi kalau naik lagi, mungkin sore ini saya akan mengungsi,” sebut Mardiana lagi. Untuk diketahui, pada kawasan itu dari Jalan Terong Pipit 1 sampai Jalan Terong Pipit 8 dipenuhi dengan genangan air dengan kedalaman yang beragam.


Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Tinggalkan Balasan