88 Sekolah Negeri di Pamekasan Resmi Dilaporkan ke Kejati Jawa Timur

  • Bagikan
88-sekolah-negeri-di-pamekasan-resmi-dilaporkan-ke-kejati-jawa-timur

blank

Liputan4.com, Pamekasan-Diduga Mark up dan tidak sesuai dengan spek pada pengadaan barang pada bantuan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2019 pada 88 sekolah negeri se Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur resmi dilaporkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Dari jumlah tersebut 80 merupakan Sekolah Dasar Negeri (SDN),6 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN),1 Sekolah menengah atas negeri (SMAN) dan 1 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kabupaten Pamekasan yang mendapatkan dan BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2019.

“Realisasi BOS Afirmasi dan BOS Kinerja pada pembelian barang pengadaan seperti tablet, laptop, router dan server diduga tidak sesuai dengan speck yang ada. Hal itu, juga diduga banyak kepala sekolah dan bendahara BOS melakukan pengelembungan dana. Pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Hal tersebut agar dilakukan dana Bos ditingkatkan,” kata Abdurrahem selaku Ketua Koordinator Investigasi dan Pengawas JCW Jawa Timur, Sabtu (6/2/2021).

Pada kasus ini, kuat dugaan kalau kepala sekolah dan bendahara BOS juga melakukan pemalsuan laporan pertanggung jawaban. Tidak hanya itu saja, pengelolaan Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS Kinerja. Diduga pihak sekolah tidak melibatkan komite sekolah dan Dewan pendidikan dengan tujuan mempermudah dikelola oleh kepala sekolah dan bendahara Bos di sekolah.

“diduga dana tersebut dikelola secara tidak transparan dan rata-rata di sekolah tidak memasang papan informasi tentang Bantuan Dana BOS Afirmasi dan Dana BOS kinerja. Dari semua sekolah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP),” ujarnya.

Tambah Rahem, ia meminta dengan hormat kepada penyidik Aspidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur agar segera melakukan proses hukum pada dugaan tindak pidana korupsi pada BOS Afirmasi dan BOS Kinerja di Kabupaten Pamekasan tahun 2019.

“Bantuan dari Mendikbud berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja di Kabupaten Pamekasan tahun 2019 di 88 sekolah SDN, SMPN, SMAN, SMKN sebesar Rp 5.244.000.000 dan jumlah siswa sasaran prioritas sebanyak 1.566 (seribu lima ratus enam puluh enam),” ungkapnya.

Terkait pada dugaan kasus tindak pidana korupsi pada BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun 2019. Dari hasil konfirmasi pada salah satu kepala sekolah dari 88 sekolah negeri yang dilaporkan yaitu PLT Kepala Sekolah SDN Bajang II, Joni saat dikonfirmasi melalui via chat WhatsApp terkait BOS Afirmasi dan Kinerja mengatakan, ia tidak berani memberikan statement terkait hal tersebut. Serta pihaknya juga menjelaskan pada bantuan tersebut turun tidak ada sekolahan itu.

“Maaf saya dak bisa jawab. Karena waktu BOS afirmasi saya tidak berada di SDN Bajang II,” tandasnya.

  • Bagikan
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa